| |
Jumat 12/03/2010 09:59 WIB
Gabungan Artis Dan Seniman Sunda
Gelar Konser di Lapangan Gasibu
BANDUNG | DNA - Gabungan Artis dan Seniman Sunda (GaSS) menggelar konser bertajuk ” 15 Jam di Kampung GaSS” di Lapangan Gasibu Kota Bandung,. Konser 15 jam yang melibatkan 200 artis asal Bandung dan Jawa Barat ini digelar sebagai bagian dari perayaan dua abad Kota Bandung yang jatuh pada 25 September 2010 mendatang. ”Kampung GaSS” merupakan kepanjangan dari Karya Musik Panggung Gabungan Artis dan Seniman Sunda. Jangan diketawakan.
”Ini sebagai kado untuk HUT Ke-200 Kota Bandung,” kata Wakil Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf kepada 10.000 massa penonton sebelum bernyanyi duet bersama Iis Dahlia.
Saat memberi sambutan pembukaan, Dede yusuf mengatakan bahwa ”Kampung GaSS” merupakan sebuah pembuktian bahwa artis dan seniman asal Bandung yang sudah sukses di Jakarta ternyata tidak lupa dan bisa memberi sesuatu kepada daerah asal mereka.
”Ini sekaligus menghapus jarak antara artis yang berkarier di Jakarta dengan artis dan seniman yang berada di Bandung,”ujarnya. Sementara itu,Agum Gumelar mengaku bangga dengan kehadiran GaSS. ”Meski baru terbentuk pada Oktober 2009, GaSS mampu memberi gebrakan dan sumbangsih kepada Bandung, ”katanya.
Meski hujan deras sempat turun sekitar pukul 20.45 WIB, antusias ribuan penonton tak surut untuk terus menikmati aksi para artis dan musisi kondang yang tampil di atas panggung.Tadi malam, panggung ”Kampung GaSS” dihangatkan oleh penampilan Kuburan, ST 12,The Changcuters,Kahitna, Serieus, dan Gigi.
Seluruh rangkaian acara ditutup sekitar pukul 01.00 WIB dengan Pojok si Cepot oleh Kang Ibing. Kampung GaSS dibuka sekitar pukul 10.15 WIB oleh Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda,Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf, Sekda Jabar Lex Laksamana, dan Pembina GaSS Agum Gumelar.
Prosesi pembukaan ditandai rampak kendang dan atraksi sisingaan dari Depok. Lima penari rampak kendang tampak lincah memainkan kendang di atas panggung utama sebelah selatan dipandu tiga MC yakni Aom Kusman,Paramitha Rusady,dan Achi Padmo.
Sepanjang siang hingga malam tadi,tampil pula The Titans,Laudya Cynthia Bella, Aming, D’ Cinnamons, Mocca, Kang Kusye, Rossa, The Virgin, Melly Goeslow, Sania, Vina Panduwinata, Shanty, The Golden Girl’s,Vagetoz,Rocket Rockers, Five Minutes, Rita Effendy, Agus Wisman,Yana Yulio,Seringai, Marry Jane,Dewi Gita,Pure Saturday, Darso,KOIL,The Marvell, Camelia Malik,Pas Band,dan SHE. Tampil pula Numata, Evie Tamala, Speaker First, Raffi Ahmad, Laluna, /rif, Burgerkill, Ebiet Beat A,Ferry Maryadi,Deswita Maharani, Ira Maya Sopha, Anto Hoed, Netta Kusumadewi, Camelia Malik, Eksanti,Donny Kusuma,Tikeu Priyatna,Ronal Disko,Cece Kirani, Virnie Ismail, dan Maudy Koesnaedy.
Ketua GaSS Melly Goeslaw mengaku puas Kota Bandung berhasil menggelar pertunjukan festival musik 15 jam nonstop tanpa diwarnai keributan atau kerusuhan. Dalam kesempatan tersebut, GaSS juga memberikan sumbangan 200 pohon untuk Kota Bandung. ”Kami ingin Bandung menjadi kota hijau dan kami berharap 200 pohon ini menjadi peneduh Kota Bandung,”ujarnya.
Tak hanya menghibur penonton dengan aksi panggung atraktif,para artis dan musisi yang tergabung dalam GaSS tadi malam juga memberi penghargaan dan terima kasih setinggi- tingginya kepada sejumlah seniman yang dinilai berjasa memajukan dan mengembang kan kesenian dan budaya Jawa Barat.
Penerima penghargaan adalah Gugum Gumbira yang menciptakan Tari Jaipongan, almarhumah Tati Saleh yang memopulerkan Tari Jaipongan,dan almarhum Harry Roesli yang telah menelurkan banyak karya seni musik eksperimental dan unik serta menampung dan melatih banyak anak jalanan di Kota Bandung.
”Mereka orang-orang yang harus diberikan acungan jempol dalam mengembangkan seni dan budaya,” jelas Dede Yusuf Effendi.
Pemanfaatan seluruh atau sebahagian materi artikel / berita - dengan tidak merubah substansi berita termaksud -, (teks, foto, logo) yang merupakan materi DNAberita.com bebas dimanfaatkan dengan Wajib mencantumkan sumber: DNAberita |
|