| |
Senin 08/03/2010 14:39 WIB
Seminar Penatalaksanaan Mutakhir
Pada Muskuloskeletal
TASIKMALAYA | DNA - Walikota Tasikmalaya Drs.H.Syarief Hidayat,MSi membuka seminar sehari penatalaksanaan mutakhir pada nyeri muskuloskeleta, bertempat di Graha Asia- Asia Plaza. Pada kesempatan tersebut hadir pula Muspida Tasikmalaya, Direktur RSUD, Ketua IDI dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya

Seminar tersebut cukup mendapat respon, sehingga jumlah pesertanya hingga mencapai 600 orang yang terdiri dari dokter umum, dokter spesialis, dokter residen, perawat dan mahasiswa sepriangan timur dan ada juga dari Lampung, Karawang, Bekasi serta dokter spesilais ortopedi Se-Priangan Timur.
Walikota dalam kata sambutannya mengatakan, bahwa tujuan pembangunan kesehatan di bidang kesehatan ini akan tercapai apabila upaya kesehatan berupa promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif disertai dengan pembinaan sumber daya di bidang kesehatan dalam bentuk dana, tenaga, perbekalan kesehatan, sediaan farmasi dan alat kesehatan serta fasilitas pelayanan kesehatan dan teknologi yang dimanfaatkan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau masyarakat dapat dilakukan secara optimal, salah satu upayanya yaitu dengan diadakannya acara seminar ini.
" Pemerintah bertanggung jawab merencanakan, mengatur, menyelenggarakan, membina dan mengawasi penyelenggarraan upaya kesehatan yang merata dan terjangkau oleh masyrakat. Tanggung Jawab Pemerintah sebagaimana dimaksud dikhususkan pada pelayanan publik. Pemerintah bertanggung jawab atas ketersediaan lingkungan, tatanan, fasilitas kesehatan baik fisik maupunn sosial bagi masyarakat untuk mencapai derajat kesehatan setinggi-tingginya", papar H.Syarief Hidayat.
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebagai organisasi profesi kedokteran merupakan salah satu stakeholder pelayanan kesehatan yang turut bertanggung jawab dalam menjamin terselenggaranya pelayanan kedokteran yang bermutu.
Dalam muktamarnya yang 26 IDI telah mengeluarkan Pedoman pendidikan dan Pelatihan Profesionalism kedokteran berkelanjutan, dan untuk pelaksanaannya perlu dibuat pedoman pelaksanaan Program Pengembangan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan ( Program P2KB atau Contiuning Professional Development,CPD).
Pemanfaatan seluruh atau sebahagian materi artikel / berita - dengan tidak merubah substansi berita termaksud -, (teks, foto, logo) yang merupakan materi DNAberita.com bebas dimanfaatkan dengan Wajib mencantumkan sumber: DNAberita |
|