Senin 08/03/2010 18:13 WIB
100 Tahun Hari Perempuan Internasional “Kepemimpinan Perempuan Adalah Keharusan Untuk Keadilan Bagi Perempuan & Rakyat”
MEDAN | DNA - JARAK Perempuan Sumut bersama PESADA, HAPSARI, KPI Wilayah Sumut serta seluruh partisipannya yang berjumlah 192 perempuan dan 15 laki-laki merayakan 100 tahun Hari Internasional Perempuan di Hotel ASEAN Medan Senin (8/3), dengan tema “Kepemimpinan Perempuan Adalah Keharusan Untuk Keadilan Bagi Perempuan & Rakyat”.
Tema ini dipilih berdasarkan kenyataan mengenai tingginya kekerasan terhadap perempuan, khususnya kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan seksual. Sepanjang 2009, 81 orang atau 42% perempuan mengalami Kekerasan seksual dan 17 mengalami KDRT berdasarkan berita di koran lokal, sementara data di WCC Sinceritas menunjukkan data sebaliknya di mana KDRT merupakan masalah terbesar yang dihadapi perempuan yaitu 61 kasus dari 100 kasus yang ditangani (61%) diikuti dengan pelecehan seksual sebanyak 20 kasus (20%).
Yang paling mengguncang SUMUT adalah terungkapnya kasus pelecehan di sebuah lembaga pendidikan yang bernaung di bawah lembaga agama.
Para aktivis perempuan dan pendukung penguatan perempuan mencermati betapa sulitnya mengungkap KDRT, seperti juga kesulitan mengungkap pelecehan di dalam lembaga agama. Issue internal maupun privat telah digunakan sebagai issue perlindungan dan kerahasiaan, tetapi pada dasarnya adalah tameng untuk melawan keadilan yang dapat mengabaikan perlindungan yang seharusnya kepada para korban perempuan.
Dari 12 issue yang diangkat, yaitu daru Deklarasi Beijing yang pada bulan ini sedang direview di PBB, issue Kekerasan Terhadap Perempuan dan Perempuan di dalam Kekuasaan & Pengambilan Keputusan merupakan 2 issue penting.
Kepemimpinan perempuan masih terus dipertanyakan dan disorot jauh lebih tajam hanya oleh karena gendernya. Pada acara kemarin, 4 orang perempuan yang akan duduk sebagai calon Kepala Daerah juga turut hadir, yaitu Nelly Armayanti,SP.MSP, Ir. Nurlisa Ginting, MSc,(Calon Wakil Walikota Medan),Ren Tiares Manik (Calon Wakil Bupati Pakpak Bharat) dan Siti Aminah Peranginangin SE (Calon Bupati Karo). Jumlah ini sekitar 40% dari sekitar 9 calon perempuan yang saat ini diidentifikasi.
Perempuan tentunya harus mendukung perempuan. Peserta berkesimpulan bahwa didukung dan terpilihnya perempuan di PILKADA diharapkan mampu menjawab kebutuhan dan kepentingan perempuan atas keadilan, dalam arti bebas dari segala bentuk kekerasan , khususnya kekerasan seksual dan politik.
Hasil lengkap dari diskusi 12 issue ini akan merupakan paket masukan dan kontrak politik bagi para Calon Kepala Daerah di seluruh Sumatera Utara.
“Di negara-negara Skandinavia, dimana sebagian besar anggota parlemennya adalah perempuan, korupsi menurun dan tingkat kekerasan terhadap perempuan berkurang,” ujar Dina Lumbantobing, Koordinator Kajian dan Peningkatan Kapasitas Pesada. Perayaan Hari Perempuan International diakhiri dengan orasi di bundaran majestik sekitar pukul 15.30 wib.
Pemanfaatan seluruh atau sebahagian materi artikel / berita - dengan tidak merubah substansi berita termaksud -, (teks, foto, logo) yang merupakan materi DNAberita.com bebas dimanfaatkan dengan Wajib mencantumkan sumber: DNAberita |
|